Skip to main content

Google Play Store Terdapat Banyak Bug Berbahaya

Google Play Store Terdapat Banyak Bug Berbahaya  - Sebuah kesalahan program atau yang biasa dikenal dengan nama bug berbahaya kembali ditemukan oleh tim insinyur dari Columbia Engineering, Amerika Serikat, di dalam Google Play Store.  Tim itu berkolaborasi dengan pihak Google dan produsen aplikasi lain untuk memperbaiki bug tersebut.

Langksh ini diambil sebelum dimanfaatkan oleh hacker untuk meretas data pengguna global. Setelah melalui beberapa kajian, ditemukan sebuah kode rahasia pada beragam aplikasi yang tersimpan dalam Google Play Store seperti Facebook, Amazon, hingga LinkedIn.

Kode-kode tersebut berupa username atau password yang sengaja disimpan oleh produsen aplikasi pada program yang mereka buat. Beberapa kode tertentu dapat dicuri dengan mudah dan dimanfaatkan untuk mendapatkan data pribadi pengguna yang tersimpan di database aplikasi tersebut.


Jumlah Bug Cukup Banyak
Jason Nieh, seorang profesor di Columbia Engineering, juga mengaku kaget dengan jumlah bug yang ditemukan di dalam Google Play Store.

"Google Play mempunyai lebih dari satu juta aplikasi yang telah diunggah sebanyak lebih dari 50 miliar kali, tetapi ternyata tidak ada yang menyaring aplikasi yang masuk ke Android Store itu," sesal Nieh.

"Setiap orang yang mau membayar USD 25 (sekitar Rp 300 ribu) bisa dengan mudah mengunggah aplikasi ke Google Play. Padahal di tengah kepopulerannya saat ini, sangat penting untuk mulai memperhatikan konten di dalamnya."

Peneliti menggunakan sebuah aplikasi buatan, PlayDrone, yang bertugas meretas sistem keamanan Google Play. Setelah peretasan berhasil, PlayDrone akan mulai mengunduh semua aplikasi yang memiliki kode rahasia lalu menghapus kode-kode tersebut.


Comments

Popular posts from this blog

Takut Pembajakan, Google Glass Dilarang di Bioskop

Takut Pembajakan, Google Glass Dilarang di Bioskop - Google Glass, perangkat buatan perusahaan raksasa mesin pencari yang berkantor pusat di Mountain View kabarnya dilarang untuk digunakan di sebagian wilayah AS. Di negara asalnya sendiri, Glass  dilarang dipakai karena bisa meningkatkan pembajakan film atau menyuburkan 'piracy'. Jaringan sinema atau bioskop di AS melarang pengunjung memakai Google Glass ke dalam bioskop. Seperti diketahui, Glass dilengkapi kamera yang bisa mengambil gambar dan video dalam resolusi HD 720p. Bila pengunjung memakai Glass ke dalam ruang sinema, kemungkinan terjadi aktivitas merekam tayangan film adalah sebuah pelanggaran. Jaringan sinema Alamo Drafthouse di AS, yang memiliki lokasi di Colorado, Michigan, Missouri, Texas, Virginia dan California ialah yang pertama yang melarang penggunaan Glass di bioskop. Keputusan pelarangan Glass oleh Alamo Drafthouse dilakukan menyusul kejadian yang menimpa pria asal Ohio pada Januari 2014 yang men...

Diganggu Saat Bermain Xbox, Ayah Bunuh Bayinya

Diganggu Saat Bermain Xbox, Ayah Bunuh Bayinya - Seorang ayah tega membekap anaknya yang masih berusia 16 bulan hingga tewas demi memuaskan hasratnya untuk terus bermain video game. Perlakuan sadis Cody Wygant (24) itu dikarenakan  dia terganggu oleh tangisan bayinya, saat tengah asyik bermain game dengan konsol Xbox miliknya. Wygant membekap anaknya dengan cara meletakkan tangan di atas mulut, dan hidungnya selama tiga sampai empat menit. Sang anak pun tampak lemah dan lesu setelah itu. Saat tangisan anaknya mereda , Wygant menaruhnya di pagar pengaman bermain anak, lalu menutup kepala hingga kakinya dengan beberapa lapis selimut sampai bayi itu tak bisa bernapas. Sesudah bermain game , ia lalu menonton televisi selama kurang lebih lima jam. Setelah itu barulah ia mengecek kondisi anaknya. Tak disangka ternyata bayi malang itu sudah tidak bernapas lagi. Bahkan badannya sudah membiru. Kepada penyidik, Wygant mengaku tidak bermaksud membunuh anaknya dan hanya berusah...

Hati-hati Kloning Flappy Bird Mengandung Virus

Hati-hati Kloning Flappy Bird Mengandung Virus   - Game Flappy Bird yang berada pada platform App Store dan Goolge Play dikabarkan mengandung malware. Hampir 80 persen atau sekira 238 klon (tiruan/palsu) dari Flappy Bird di pasar aplikasi  tersebut mengandung virus. Kabar ini diberikan melalui data dari McAfee Labs berdasarkan threat report terbaru mereka. Analis mengatakan, mereka sudah mengetahui kecenderungan untuk klon game ini mengandung  malware, tetapi lingkup masalahnya belum terlalu jelas. Menurut laporan dari Threat report itu, perilaku yang paling umum jika sebuah aplikasi terinfeksi malware adalah aplikasi tersebut akan membuat panggilan tanpa izin penggunanya, lalu mengirim dan menerima pesan teks yang tidak diinginkan, bahkan melakukan pelacakan lokasi dengan sendirinya. Dalam beberapa situasi, malware akan sangat efektif untuk merusak data bahkan membahayakan pengguna karena hacker bisa mendapatkan akses yang lengkap pada perangkatnya. Sehin...