Skip to main content

MNC Group Hadirkan Internet Kecepatan Tinggi

MNC Group Hadirkan Internet Kecepatan Tinggi -  MNC Group menghadirkan layanan broadband multimedia interaktif berteknologi FTTH di Indonesia, Play Media. Perusahaan meluncurkan (soft launching) Play Media dengan kecepatan internet  hingga (up to) 200 mbps pada Selasa lalu (6/5/2014) di MNC Plaza, Jakarta.

MNC Group sebagai grup media terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara, ingin memberikan kontribusi dalam perkembangan informasi, komunikasi, Teknologi (ICT) dan Multimedia di Indonesia dengan menghadirkan Play Media.

Mengusung teknologi FTTH (Fiber To The Home), menghubungkan jaringan sampai ke rumah pelanggan dengan menggunakan kabel fiber optic. Infrastruktur jaringan FTTH memiliki beberapa keunggulan, antara lain kemampuan untuk membawa kapasitas data yang besar, ketahanan gangguan dari frekuensi dan listrik.

Sehingga, teknologi ini membawa keunggulan dalam memberikan layanan broadband internet, interaktif TV dan interaktif media lainnya.


Kecepatan Tembus 400 mbps
Dalam sebuah pengujian menggunakan fasilitas Speedtest.net, MNC Play Media memiliki kecepatan download 432,74 mbps serta upload 542,81 mbps.

Dengan teknologi FTTH, akses internet akan lebih cepat dibandingkan teknologi wireless untuk pengguna rumahan. Bila teknologi nirkabel, terbatas oleh kapasitas BTS atau antena, sementara satelit biasanya dipakai untuk broadcast atau TV.

Biaya berlangganan mulai dari Rp. 199 ribu, kecepatan 7 mbps per bulan (unlimited). Ada juga pilihan kecepatan akses internet hingga 100 mbps (Rp. 2,9 juta) atau 200 mbps (Call for price). Untuk melakukan pendaftaran atau informasi, bisa akses ke: www.mncplaymedia.com.



Comments

Popular posts from this blog

Takut Pembajakan, Google Glass Dilarang di Bioskop

Takut Pembajakan, Google Glass Dilarang di Bioskop - Google Glass, perangkat buatan perusahaan raksasa mesin pencari yang berkantor pusat di Mountain View kabarnya dilarang untuk digunakan di sebagian wilayah AS. Di negara asalnya sendiri, Glass  dilarang dipakai karena bisa meningkatkan pembajakan film atau menyuburkan 'piracy'. Jaringan sinema atau bioskop di AS melarang pengunjung memakai Google Glass ke dalam bioskop. Seperti diketahui, Glass dilengkapi kamera yang bisa mengambil gambar dan video dalam resolusi HD 720p. Bila pengunjung memakai Glass ke dalam ruang sinema, kemungkinan terjadi aktivitas merekam tayangan film adalah sebuah pelanggaran. Jaringan sinema Alamo Drafthouse di AS, yang memiliki lokasi di Colorado, Michigan, Missouri, Texas, Virginia dan California ialah yang pertama yang melarang penggunaan Glass di bioskop. Keputusan pelarangan Glass oleh Alamo Drafthouse dilakukan menyusul kejadian yang menimpa pria asal Ohio pada Januari 2014 yang men...

Diganggu Saat Bermain Xbox, Ayah Bunuh Bayinya

Diganggu Saat Bermain Xbox, Ayah Bunuh Bayinya - Seorang ayah tega membekap anaknya yang masih berusia 16 bulan hingga tewas demi memuaskan hasratnya untuk terus bermain video game. Perlakuan sadis Cody Wygant (24) itu dikarenakan  dia terganggu oleh tangisan bayinya, saat tengah asyik bermain game dengan konsol Xbox miliknya. Wygant membekap anaknya dengan cara meletakkan tangan di atas mulut, dan hidungnya selama tiga sampai empat menit. Sang anak pun tampak lemah dan lesu setelah itu. Saat tangisan anaknya mereda , Wygant menaruhnya di pagar pengaman bermain anak, lalu menutup kepala hingga kakinya dengan beberapa lapis selimut sampai bayi itu tak bisa bernapas. Sesudah bermain game , ia lalu menonton televisi selama kurang lebih lima jam. Setelah itu barulah ia mengecek kondisi anaknya. Tak disangka ternyata bayi malang itu sudah tidak bernapas lagi. Bahkan badannya sudah membiru. Kepada penyidik, Wygant mengaku tidak bermaksud membunuh anaknya dan hanya berusah...

Hati-hati Kloning Flappy Bird Mengandung Virus

Hati-hati Kloning Flappy Bird Mengandung Virus   - Game Flappy Bird yang berada pada platform App Store dan Goolge Play dikabarkan mengandung malware. Hampir 80 persen atau sekira 238 klon (tiruan/palsu) dari Flappy Bird di pasar aplikasi  tersebut mengandung virus. Kabar ini diberikan melalui data dari McAfee Labs berdasarkan threat report terbaru mereka. Analis mengatakan, mereka sudah mengetahui kecenderungan untuk klon game ini mengandung  malware, tetapi lingkup masalahnya belum terlalu jelas. Menurut laporan dari Threat report itu, perilaku yang paling umum jika sebuah aplikasi terinfeksi malware adalah aplikasi tersebut akan membuat panggilan tanpa izin penggunanya, lalu mengirim dan menerima pesan teks yang tidak diinginkan, bahkan melakukan pelacakan lokasi dengan sendirinya. Dalam beberapa situasi, malware akan sangat efektif untuk merusak data bahkan membahayakan pengguna karena hacker bisa mendapatkan akses yang lengkap pada perangkatnya. Sehin...